TUGAS pemerintah pusat tidak sepadan dengan apa

Published by admin on

TUGAS ISU-ISU GLOBAL KONTEMPORER

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

2017-2018

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Gerakan Separatisme Barcelona dari Spanyol

 

Kelompok 6:

Fazrin Anggi Sutio

Mufti
Arisandi

Na’amma
Firdausiya

Novita

Ramzyfa
Fawwazsyan Ashari

Yohanes
Nestor Damar

Zainal
Manungki

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keyword: Separatisme, Barcelona, Spanyol, Gerakan, Social Movements,
Gerakan Sosial

ABSTRAK

 

            Separatisme
adalah  suatu gerakan untuk mendapatkan
kedaulatan  dan memisahkan suatu
wilayah  atau kelompok manusia. Separatisme
ini juga bisa dikatakan dimana adanya suatu wilayah yang ingin merdeka dan
ingin memisahkan diri dari negara utama. yang dimaksudkan dari kelompok manusia
ini adalah dimana ada suatu kelompok dengan kesadaran nasional yang tajam.

           

BAB I

1.1.        
LATAR BELAKANG

 

            Ada beberapa
aspek yang membuat gerakan separatisme Barcelona dari spanyol ini terjadi,
antara lain :

1.     
Aspek Sejarah

            Katalunya atau Barcelona merupakan
salah satu daerah terkaya dan paling produktif di Spanyol. Sebelum terjadinya
perang saudara Spanyol, Katalunya memiliki otonomi luas. Namun otonomi milik
mereka ini ditekan dalam beberapa dasawarsa oleh kediktatoran Gen Francisco
Franco dari tahun 1939 – 1975. Dimana dibawah pemerintahan Franco, bahasa dan budaya masyarakat Katalunya
ini dilarang sehingga membuat masyarakat Katalunya semakin geram. Gerakan separtisme ini dapat meredam saat terjadinya perang Ebro di masa
pemerintahan Francisco Franco yang menewaskan separatis sebanyak 3.500 orang. Ketika Franco wafat, nasionalisme masyarakat Katalunya
dihidupkan kembali dan akhirnya wilayah mereka diberikan otonomi lagi di bawah
konstitusi 1978. Sebuah UU tahun 2006 memberikan
kekuatan yang lebih besar lagi sehingga meningkatkan kekuatan finansial
Katalunya dan menggambarkan bahwa Katalunya sebagai suatu Negara. Namun hal ini ditentang oleh MK Spanyol di Madrid pada
2010 yang membuat otoritas regional katalunya marah.

 

2.     
Aspek Ekonomi

            Krisis
ekonomi yang terjadi di Spanyol kian membuat Katalunya ingin merdeka, terlebih
Barcelona adalah wilayah kaya yang menjadi pusat Industri,kekuatan
maritim,perdagangan,tekstil serta keuangan dan perusahaan teknologi,
dibandingkan dengan kawasan lain yang ada di Spanyol. Katalunya beralasan bahwa
mereka berhak untuk merdeka dikarenakan apa yang mereka telah beri kepada
pemerintah pusat tidak sepadan dengan apa yang mereka dapat. Kontribusi bantuan yang diberikan Katalunya ini dikatakan
dua kali lipat dibandingkan bantuan dari Skotlandia untuk inggris. Kemerdekaan Katalunya ini dapat membuat Spanyol
kehilangan sekitar kurang lebih 20% dari pemasukannya dan memicu perdebatan
soal pembagian utang negara sebesar 836 Milliar Euro. Karena Barcelona sendiri menyumbang sebanyak 18,8% GDP
Spanyol sedangkan Madrid hanya menyumbangkan 17,6%. Dengan memisahkan diri dari Spanyol, Barcelona akan
menghasilkan produk domestik bruto atau GDP sebesar US$ 314 Milliar yang
menurut perhitungan oleh OECD. Hal ini akan menjadikan ekonomi Katalunya atau Barcelona itu sendiri menjadi terbesar ke 34 di dunia dan
membuatnya lebih besar dari pada Portugal dan Hong Kong. PDB per kapita akan menjadi US$ 35.000 juga akan membuat
Katalunya lebih kaya daripada Korea Selatan, Irael, atau Italia.

 

3.     
Aspek Politik

Alasan lain mengapa Barcelona ingin
merdeka yaitu karena selama ini, Barcelona atau Katalunya ini merasa bahwa
mereka selalu mendukung partai politik sayap kanan namun dari pihak Spanyol
sendiri mereka tidak terlalu berkontribusi dan mendukung partai politik dari
sayap kiri.

1.2.Rumusan
Masalah

Mengapa gerakan separatisme Barcelona dari Spanyol bisa
terjadi?

 

1.3.        
Tujuan

Mengetahui dan mempelajari gerakan separatisme Barcelona dari
Spanyol yang terjadi

 

BAB II

Pembahasan

 

     
2.1.     
Waktu studi kasus

            Gerakan separatisme Barcelona dari spanyol ini mulai terjadi
sejak setelah terjadi kekalahan Raja Phillip IV saat perang suksesi Spanyol,
meredam saat masa pemerintahannya Francisco Franco pada 1938 – 1975 dan kembali
mengkampanyekan kemerdekaan mereka pada 1977 saat negara Spanyol menganut
sistem demokrasi dan upaya kemerdekaan ini semakin bulat ketika MK Spanyol yang
berada di Madrid mengesampingkan bahkan melarang sebagian UU Otonomi tahun 2006
yang dimana dalam UU itu menyatakan bahwa tidak ada dasar hukum untuk mengakui
Katalunya atau Barcelona sebagai sebuah negara di Spanyol.

 

     
2.2.     
Aktor dari studi kasus

·                             
Pertama, aktor
dari gerakan separatisme ini sendiri dilakukan oleh masyarakat Katalunya itu
sendiri yang dimana mereka ingin merdeka dan berdaulat atas dasar wilayah
mereka sendiri.

·                             
Kedua,
hadirnya diktator Francisco Franco yang melarang bahasa, budaya bahkan
kebiasaan masyarakat Katalunya yang membuat mereka marah dan pecah saat perang
Ebro tahun1938 dimana menewaskan 3.500 separatis dan setelah itu gerakan ini
meredam.

·                             
Ketiga,
Pemerintahan pusat yang tidak memberikan timbal balik yang seimbang kepada
masyarakat Katalunya itu sendiri sedangkan mereka(Masyarakat Katalunya) merasa
bahwa mereka telah menyumbang PDB sebanyak 18.8 % kepada Spanyol.

·                             
Keempat,
Mahkamah Konstitusi Spanyol itu sendiri yang dimana mereka mengesampingkan UU
Otonomi Katalunya itu sendiri.

 

     
2.3.     
Alasan kasus ini menjadi sebuah isu global

                 (Argumen
1)

                 Hal yang terjadi pada kasus ini dimana adanya gerakan
pada masyarakat yang ingin menyuarakan kedaulatan mereka dengan cara yaitu dengan
Social Movement. Dimana masyarakat Barcelona ini
melakukan suatu gerakan sosial dengan satu tujuan yaitu dimana mereka ingin
merdeka atas wilayah mereka sendiri.

 

                 (Argumen
2)

                 Menurut kelompok kami juga, kasus ini termasuk dalam
masalah Non-Traditional
Security dikarenakan adanya ketidakstabilan antara Barcelona dan Spanyol
dalam bidang politik dan ekonomi yang juga membuat terjadinya krisis di negara
Spanyol itu sendiri.

 

                 (Argumen
3)

                 Setelah itu menurut kami , kasus ini juga termasuk ke
bidang Migrants and Refugees
yang dimana kasus di wilayah ini terjadi karena adanya krisis,setelah itu
adanya perang yang mengakibatkan tewasnya 3.500 separatis dan membuat
masyarakat katalunya akhirnya pergi untuk mengungsi, adanya ketidakstabilan
dalam bidang politik, setelah itu dalam bidang ekonomi juga yang membuat
beberapa masyarakat Katalunya akhirnya berimigrasi ke wilayah lain.

     
2.4.     
Perkembangan Terakhir

 

                 Kasus ini masih belum selesai dikarenakan pihak dari
Spanyol ingin tetap mempertahankan Barcelona karena wilayah ini menyumbangkan
sekitar 20% dari pendapat di Spanyol dan jika mereka menyetujui kemerdekaan
Barcelona maka dapat dikatakan Spanyol akan rugi karena harus melunasi utang
negara dengan adanya kekurangan di biaya sebanyak 20%.

                 Setelah itu dari pihak wilayah Barcelona sendiri mereka
tetap bulat untuk merdeka atas wilayah mereka sendiri dengan cara membagikan
kartu suara referendum kemerdekaan dan hal ini kembali dilaksanakan pada
tanggal 1 oktober lalu dimana mereka mengumpulkan suara untuk membuktikan bahwa
Barcelona ingin merdeka walaupun hal ini dianggap Illegal oleh MK Spanyol dan
MK Spanyol telah menangguhkan UU setempat yang menetapkan referendum itu dan
pihak kepolisian telah menindak referendum tersebut.

                 Namun, kaum separatis menyatakan mereka tidak akan
berhenti dan akan terus maju dengan tekad mereka untuk memproklamasikan
kemerdekaan mereka jika hasil dari referendum tersebut.

 

 

BAB 3

Penutup

 

3.1.     
Kesimpulan

                 Berdasarkan
hasil paparan diatas, dapat disimpulkan bahwa:

                 Kesimpulan dari kasus ini yaitu dimana Barcelona
melakukan gerakan separatisme ini dikarenakan mereka menyadari akan adanya
ketimpangan atau ketidakstabilan yang mereka alami dalam bersatu dengan negara
Spanyol.

                 Namun pihak dari pemerintahan pusat Spanyol sangat tidak
setuju akan hal itu karena Barcelona lah yang memberi pemasukan lebih banyak
dari wilayah lainnya, yang dapat dikatakan dimana negara Spanyol juga memiliki
utang negara yang besar sehingga jika mereka menyetujui kemerdekan dari
Barcelona itu sendiri maka pemasukan di negara Spanyol akan berkurang sekitar
20%.

 

Daftar Pustaka

 

 

 

Categories: Articles

x

Hi!
I'm Iren!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out