Pada Dia sekali-kali tidak menjadikan agama suatu kesempitan.

Published by admin on

Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu
agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Kuridai Islam itu
jadi agama bagimu. (Q.S. Al-Maidah: 3).

Islam yang telah Allah
turunkan melalui Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam kekal hingga
akhir kiamat, hukum yang termaktub di dalamnya tidak boleh diubah sedikit-pun
dan harus dipatuhi bagi manusia. Islam menjelaskan seluruh aturan hidup yang
dibutuhkan oleh manusia dalam menjalani aktivitas sehari-hari, mengatur gaya
hidup, hingga mengatur lingkungan sekitar termasuk mengatur sebuah negara. Abu
Dzar berkata, “Nabi tidak membiarkan burung yang sedang terbang di langit
melainkan telah beliau sebutkan pengetahuan tentangnya.”1Rasulullah
Shallallahu’alaihi wa Sallam diutus untuk menyampaikan peringatan keras
dari kemusyrikan dan menyeru kepada tauhid. Kemusyrikan merupakan hal yang
sangat berbahaya, maka dari itu perlu adanya seruan untuk mentauhidkan Allah
dalam rububiyah, uluhiyah, serta Asma’ dan Shifat-Nya.

            Agama
Islam beserta syariat-syariatnya diturunkan untuk manusia sebagai panduan
hidup, tidak terdapat pada syariat Islam selain untuk manusia menempuh
kehidupan yang baik termasuk kehidupan di dunia. Hukum-hukum dalam Islam tidak
diturunkan untuk memberatkan, bukan pula untuk membuat manusia tersesat. Karena
kaidah umum menyatakan bahwa Allah tidak menjadikan agama sebagai suatu yang
memberatkan dan membebani, bahkan seluruh perintah agama mudah dan ringan
(Muhammad, 1998). Seperti dalam firman Allah,

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Allah
menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (Q.S.
Al-Baqarah/2:185).

Allah
juga berfirman,

Dan
Dia sekali-kali tidak menjadikan agama suatu kesempitan. (Q.S. Al-Hajj/22:78).

Dan
Allah juga berfirman,

Allah
tidak hendak menyulitkan kamu. (Q.S. Al-Maidah/5:6).

Setiap syariat yang
diperintahkan memiliki hikmah yang baik bagi manusia, dan segala yang telah
Allah larang pasti memiliki dampak yang buruk di dunia dan akhirat. Nabi Shallallahu’alaihi
wa Sallam telah menjelaskan seluruh kebutuhan hidup manusia dengan
panduannya yaitu Al-Quran dan Hadits baik dengan perkataan, perbuatan,
ketetapan, atau dengan jawaban atas suatu pertanyaan. Dan sesuatu yang
disampaikan oleh Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam paling penting dan
mendasar adalah masalah tauhid, karena tauhid merupakan fondasi keimanan
seseorang untuk menjalani kehidupannya. Dengan tauhid, membuat seseorang lebih
mudah untuk menjalankan perintah Allah yang lainnya. Dan itulah yang menjadi
alasan mengapa tauhid dikategorikan sebagai ilmu yang sangat penting dari
ilmu-ilmu lainnya.

Kualitas seorang muslim bisa
dilihat sesuai keimanannya, maka hendaknya tiap warga negara memperhatikan
keimanannya. Termasuk pada Bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam,
namun kualitas keislaman pada bangsa ini belum terlandasi tauhid yang baik.
Sebagai contoh, sebagian besar masyarakat masih memaknai lafaz “laa ilaaha illallah”
hanya sebatas mengartikannya, ” Tiada Tuhan selain Allah” sehingga dimaknai
sebatas, tiada sembahan kecuali Allah, tiada pencipta selain Allah, dan tiada
hukum selain hukum Allah. Seharusnya Ummat Islam harus bisa menafikan ibadah
dengan cara yang batil (dengan perantara kerbau, pohon, kuburan wali), mengenal
rububiyah-Nya, mengenal uluhiyah-Nya, mengenal Asma’ wa
Shifat-Nya, serta hanya menyembah Allah dengan cara yang telah diberikan
oleh Allah.  Bila setiap warga negara
memiliki keimanan yang baik akan memberikan dampak yang baik kepada negaranya,
negara akan diliputi rahmat Allah karena seluruh warga di negara tersebut
beriman. Allah akan bantu negara tersebut dan tidak akan menimpakan azab pada
negara tersebut, bila terjadi musibah masyarakat dapat menghadapinya dengan
keimanan yang mereka miliki. Demikian pula terhadap  kemiskinan 
suatu negara, akan hilang bila tiap-tiap warga negara beriman dan sudah
tegak tauhid pada diri setiap mereka.

Tauhid adalah jawaban untuk
meningkatkan keimanan seseorang, karena tauhid merupakan fondasi awal
dilaksanakannya amal. Seseorang yang telah tegak tauhid pada dirinya maka tegak
pula terlaksananya perintah-perintah yang diturunkan oleh Allah Subhaanahu
wa Ta’ala. Karena pada umumnya setiap dakwah rasul adalah menyeru untuk
mentauhidkan Allah dan Al-Quran sebagai firman Allah seluruhnya adalah
mengandung, menerapkan, dan menyeru kepada tauhid. Maka, kaidah utama untuk
melaksanakan syariat-syariat Islam lainnya adalah dengan menegakkan tauhid
terlebih dahulu.

           

1
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, 5/163

Categories: Articles

x

Hi!
I'm Iren!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out