Kendaraan demi keselamatan pengendara bukan keselamatan orang lain

Published by admin on

Kendaraan otomatis
sebenarnya sudah mulai dikembangkan pada tahun 1920-an dan baru terealisasikan
pada tahun 1980 dimana pada waktu itu prototipe pertama di uji di Amerika
Serikat. Dan pada tahun 2011 muncul autonomous car milik perusahaan raksasa
Google yang bernama Google Autonomous Car. Namun, dalam perkembangan teknologi
autonomous car ini, muncul beberapa masalah yang membuat citra mobil ini
menurun. Dari yang diharapkan mampu menangani masalah lalu lintas dari
kemacetan sampai kecelakaan berkendara, menjadi teknologi yang meragukan.
Tetapi mengapa teknologi autonomous car ini masih saja dikembangkan setelah
mengetahui citra mobil ini di mata masyarakat dan bagaimana taktik produsen dan
pengembang mobil ini meyakinkan masyarakat akan keunggulan teknologi ini? Para
peneliti sadar bahwa mobil ini akan membantu keselamatan pengendara, dan
efisiensi dalam berkendara. Maka dari itu, tujuan dikembangkan teknologi ini yaitu
tidak lain membantu masyarakat dalam melakukan mobilitas khususnya orang –
orang yang memiliki mobilitas secara terbatas, mengurangi emisi karbon di
atmosfer dimana orang tahu bahwa keadaan atmosfer bumi semakin memprihatinkan
karena bahan bakar fossil.

Problem Auotonomous Car

            Pada
autonomous car memang dikembangkan untuk mengurangi angka kemacetan dan menekan
angka kecelakaan. Di autonomous car terdapat teknologi-teknologi lain yang
memang mendukung pergerakan mobil tersebut, seperti GPS (Global Positioning System), Lidar, Radar, dan kamera video yang
terintegrasi menggunakan komputer, dan komputer yang telah membentuk algoritma
mesin di autonomous. Hal ini dapat ditentukan jalur yang sesuai untuk
pengendara. Teknologi ini sangatlah berguna bagi masyarakat. Namun,
teknologi-teknologi inilah yang mendasari adanya kesalahan-kesalahan autonomous
car seperti Trolley Problem dan lain
sebagainya. Trolley Problem adalah
masalah yang timbul akibat kesalahan baca komputer sehingga menimbulkan kebingungan
pada algoritma komputer. Seperti halnya, dalam proses berkendara di jalan
terdapat anak-anak yang tiba-tiba menyeberang jalan, hal ini sangat
membingungkan komputer, apakah mobil akan banting ke kanan dan langsung
menabrak kendaraan yang berlawanan arah, atau banting ke kiri maka akan
menabrak trotoar dan mungkin saja akan masuk ke dalam got, atau bahkan akan
menabrak anak-anak tadi dan pengendara di dalam mobil akan selamat, tetapi
mengorbankan anak-anak yang tadi. Namun, sikap produsen akan lebih mementingkan
keselamatan pengendara dengan mengorbankan anak-anak, hal ini dimaksudkan
supaya orang-orang mau membeli mobil ini demi keselamatan pengendara bukan
keselamatan orang lain (Bhaskara, 16 November 2016).

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Lantas siapa yang
akan bertanggung jawab jika masalah seperti itu terjadi di kehidupan kita?
Pengendara? Pengendara tidak menyentuh apapun dalam menjalankan mobil, karena
mobilnya otomatis. Produsen? Produsen tidak mau bertanggung jawab terhadap hal
seperti itu, produsen hanya menjual dan barang yang sudah dibeli merupakan
tanggung jawab pemilik. Hal ini yang masih menjadi perdebatan dan alasan
mengapa negara-negara pencetus mobil ini belum sepenuhnya melegalkan dan
membuat kebijakan untuk teknologi ini. Lalu, bagaimana dengan sistemnya? Sistem
di mobil ini sudah otomatis dalam berkendara maupun pada saat servis perbaikan.
Dalam perbaikan mesin, mobil seperti ini cukup dengan men-download­ data update
dari pusatnya dan otomatis akan mereparasi sendiri. Hal itu sangat bagus, dan
sangatlah aman. Tetapi, bagaimana kalau ada serangan Hacker? Karena mobil ini menggunakan data GPS maka menggunakan
satelit dan IP, hal ini sangat rentan terhadap serangan Cyber Crime (Hern, 28 Januari 2014).  Yang terjadi, mungkin bukan menyelesaikan
masalah kecelakaan, justru semakin menjerumuskan dan semakin menambah jumlah
kecelakaan yang ada. Belum lagi dari faktor sosial dan ekonomi, tidak semua
orang bisa membeli autonomous car ini yang harganya mahal. Hal ini bisa
menimbulkan bertambahnya kesenjangan antara si kaya dan si miskin, serta dengan
adanya mobil yang otomatis ini, tingkat pengangguran akan bertambah karena
dalam hal menyupir pun digantikan menggunakan peralatan yang otomatis.
Sehingga, pengembangan autonomous car pada masa ini tidaklah begitu penting,
karena faktor dan kemungkinan yang tidak bagus masih dalam tahap masih terlalu
banyak dibandingkan dengan kelebihan autonomous car ini. Oleh sebab itu, untuk
mengatasi kemacetan yang semakin merajalela dan angka kecelakaan semakin
tinggi, menggunakan transportasi umum bisa menjadi solusi mengurangi angka
kemacetan di berbagai daerah di dunia, serta dapat menekan angka kecelakaan,
karena untuk transportasi umum mempunyai supir yang berpengalaman dan sudah
banyak jam terbang untuk mengemudi, jadi tidak perlu takut.

Kesimpulan

            Autonomous
car merupakan teknologi yang sangat maju, karena menggunakan teknologi otomatis
yang dibentuk oleh algoritma komputer. Sampai saat ini, perkembangan autonomous
car sangat pesat, namun pada penerapan teknologi ini di masyarakat, seperti menuai
banyak ketidaksetujuan karena kemungkinan bahaya yang ditimbulkan oleh
autonomous car. Sehingga untuk saat ini, masyarakat diusahakan untuk
menggunakan transportasi umum sebagai transportasi untuk mobilitas sehari-hari,
sehingga kemacetan dan angka kecelakaan dapat terminimalisir.

Categories: Data

x

Hi!
I'm Iren!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out