BAB I Pendahuluan Kriptografi sebagai bagian dari keamanan

Published by admin on

BAB I
Pendahuluan

Kriptografi sebagai bagian dari keamanan komputer dan internet adalah sesuatu
yang sangat penting untuk dipelajari dan diterapkan di Indonesia. Namun sayangya, sangat
sedikit penelitian yang dilakukan. Disini saya akan sedikit membahas tentang kriptografi.
Yang akan saya bahas disini adalah DES(Data Encryption Standard) dan AES (Adavance
Encryption Standard).

DES sendiri adalah sebuah algoritma enkripsi sandi blok kunci simetrik dengan
ukuran blok 64-bit dan ukuran kunci 56-bit. Sedangkan AES merupakan lanjutan dari DES.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

b. Rumusan Masalah

Apa itu kriptografi?

Apa itu block cipher?

Lebih baik manakah DES atau AES?

c. Tujuan

Mengerti apa itu kriptografi

Mengerti apa itu block cipher

Mengetahui perbandingan DES dan AES

a. Penelitian Terdahulu

BAB II
Landasan Teori

Kriptografi berasal dari bahasa Yunani kryptos (tersembunyi) dan graphien
(menulis). Kriptografi atau penyandian data merupakan seni dan ilmu untuk menjaga
berita. Selain pengertian tersebut terdapat pula pengertian ilmu yang mempelajari teknik-
teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti
kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta autentikasi data . Ilmu atau seni ini
banyak diterapkan disemua bidang, khususnya bidang militer dan agen rahasia. Sebenarnya
ilmu ini sudah diterapkan sejak dahulu dan sampai kini terus dikembangkan dan diteliti
penggunaannya.

Kriptografi mempunyai 2 bagian, yaitu enkripsi dan dekripsi. Enkripsi adalah
proses penyandian dari pesan asli(plain text) menjadi pesan yang tidak dapat diartikan
seperti pesan aslinya(Cipher text). Dekripsi sendiri berarti merubah pesan yang sudah
disandikan menjadi pesan aslinya. Sebelum kita mempelajari kriptografi kita harus belajar
matematika diskrit terlebih dahulu karena di kriptograf terdapat algoritma matematis yang
digunakan pada proses enkripsi yakni disebut chiper dan sistem yang memanfaatkan
kriptografi untuk mengamankan sitem informasi disebut kriptosistem.

Chiper merupakan teknologi untuk enkripsi dan dekripsi data. Teknik kriptografi
untuk enkripsi data ada 2 macam yaitu kriptografi simetri dan kriptografi asimetri. Tetapi
disini saya hanya akan menjelaskan tentang kriptografi simetri.

Algoritma simetris atau disebut juga algoritma Kriptografi konvensional adalah
algoritma yang menggunakan kunci yang sama untuk proses enkripsi dan proses dekripsi.
Algoritma Kriptografi simetris dibagi menjadi 2 kategori yaitu algoritma aliran

(Stream Ciphers) dan algoritma blok (Block Ciphers). Pada algoritma aliran, proses
penyandiannya berorientasi pada satu bit atau satu byte data. Sedang pada algoritma blok,
proses penyandiannya berorientasi pada sekumpulan bit atau byte data (per blok). Contoh
algoritma kunci simetris adalah DES (Data Encryption Standard), blowfish, twofish,
MARS, IDEA, 3DES (DES diaplikasikan 3 kali), AES (Advanced Encryption Standard)
yang bernama asli Rijndael. Di sisni yang akan saya bahas adalah perbandingan DES dan
AES.

b. Teori Terkait Block Cipher

Block Cipher merupakan algoritma kriptografi simetrik yang mengenkripsi satu
blok plaintext dengan jumlah bit tertentu dan menghasilkan ciphertext dengan jumlah bit
yang sama.

Pada umumnya, setiap blok plaintext yang diproses berukuran 64 bit. Namun,
seiring perkembangan teknologi, ukuran blok berkembang menjadi 128, 192, 256 bit. Pada
saat proses enkripsi, block cipher menggunakan beberapa fungsi permutasi dan fungsi
substitusi sehingga konfusi dan difusi pada block cipher terpenuhi. Menurutnya, konfusi
dan difusi merupakan hal yang harus diperhatikan dalam system kriptografi, karena dapat

2

mencegah cryptanalysis, khususnya yang berbasis analisis statistic. Konfusi adalah
membuat hubungan antara ciphertext dank unci enkripsi sekompleks mungkin sehingga
tidak ada hubungan statistic antara keduanya. Hal ini dapat mencegah penyerang untuk
mendapatkan kunci enrkipsi. Konfusi dapat diusahakan dengan menggunakan fungsi
subtitusi. Sedangkan difusi adalah menyebarkan struktur plaintext pada ciphertext
sehingga tidak ada hubungan statistic antara keduanya. Setiap digit plaintext
mempengaruhi sejumlah digit ciphertext. Difusi daoat diusahakan dengan menggunakan
fungsi permutasi pada proses enkripsi. Pada block cipher, dikenal dengan istilah feistel
cipher. Feistel cipher merupakan iterated block cipher, dimana ciphertext dihasilkan dari
plaintext dengan mengulang transformasi yang sama untuk setuap round. Feistel cipher
disebut juga DES-like ciphers. Pada feistel cipher, sebelum dienkripsi, text dibagi menjadi
dua bagian, biasanya disebut dengan bagian kanan dan bagian kiri. Salah satu bagian dari
text tersebut akan diproses pada fungsi round f menggunakan sebuah subkey dan outputnya
dihitung menggunakan XOR dengan bagian yang lain. Kemudian, kedua bagian dari text
tersebut ditukar(swapped). Setiap round memiliki struktur yang sama kecuali pada round
terakhir, dimana pada round ini tidak terjadi pertukaran kedua bagian text.Keunikan dari
feistel cipher adalah enkripsi dan dekripsinya bersifat identik, walaupun subkunci yang
digunakan selama enkripsi pada setiap round diambil berdasarkan urutan terbalik pada
proses dekripsi. Tidak semua iterative cipher adalah feistel cipher, meskipun struktur
enkripsi dan dekripsinya sama, salah satu contohnya adalah IDEA(International Data
Encryption Algorithm).

3

BAB III
Metode Penelitian

Lokasi Penelitian
Lokasi yang saya gunakan untuk meneliti DES dan AES ini adalah dirumah saya sendiri.
Saya melakukannya dirumah karena saya hanya memakai sumber dari materi dosen dan
beberapa sumber di internet.

Studi Kasus
Dalam makalah ini saya diberi studi kasus perbandingan DES dan AES.

Metode Pengumpulan Data
Metode yang saya gunakan untuk mengumpulkan data adalah mencari sumber data di
internet. Dan beberapa jurnal yang telah dibuat oleh para ahli

Editing
Setelah banyak mengumpulkan data saya melakukan beberapa reduksi data. Editing atau
reduksi data disini adalah merangkum data yang telah saya dapatkan dari berbagai
sumber.

Tabulasi
Setelah melakukan editing atau reduksi saya akan menklasifikasikan dari sumber yang
saya peroleh.

4

BAB IV
Pembahasan

Sebuah desain blok cipher yang sangat berpengaruh dalam kemajuan kriptografi
modern DES. The National Institute of Standards and Technology (NIST) adalah badan
federal yang menyetujui DES. DES sekarang dianggap tidak aman pada banyak aplikasi
karena ukuran kuncinya hanya 56-bit. Ukuran kunci DES yang hanya 56-bit tergolong kecil
sehingga tingkat keamanannya pun kecil. Pada bulan januari tahun 1999, distributed.net
dan Electronic Frontier Foundation bekerjasama untuk public memecahkan kunci DES
hanya dalam 22 jam 15 menit. Algoritma secara praktis diyakini tetap aman dalam bentuk
Triple DES. Dalam beberapa tahun terakhir penyandian telah digantikan oleh Advanced
Encryption Standard (AES) yang memiliki ukuran kunci lebih besar dari DES sehingga
tingkat kemanannya pun juga lebih tinggi.

DES
DES adalah block cipher dengan ukuran blok 64-bit dank unci 56-bit. DES terdiri dari seri
16 putaran substitusi dan permutasi. Dalam setiap putaran, data dan bit kunci bergeser, di
permutasikan, XOR, dan dikirim melalui, 8 s-box, satu set table lookup yang penting bagi
algoritma DES. Sedangkan proses dekripsi adalah kebalikannya saja.

AES
AES menggunakan 10, 12, atau 14 Rounds (putaran). Ukuran kunci pada AES yaitu 128,
192, atau 256 bit tergantung pada jumlah putaran. AES menggunakan beberapa tahap.
Untuk memberikan keamanan AES menggunakan beberapa jenis transformasi. Permutasi
substitusi, (Mix) pencampuran kunci di setiap putaran AES kecuali yang terakhir
menggunakan 4 transformasi.

5

Tabel Perbandingan

DES

AES

Panjang Kunci

56-bit

128, 192, 256 bit

Ukuran Blok

64 bit

128, 192, 256 bit

Cipher Text

Simetri

Simetri

Keamanan

Kurang baik karena Panjang kunci
sangat kecil

Tingkat keamanan baik
karena panjang kunci bisa
mencapai 256 bit

Terhadap kriptanalisis

Ada cela terhadap kriptanalisis
diferensial dan linier

Kuat terhadap diferensial dan
linier

Kemungkinan kunci

2^56

2^128, 2^192, 2^256

Kemungkinan kunci
karakter ditampilkan
ASCII

95^7

95^16, 95^24, 95^32

Dalam table diatas perbandingan antara DES dan AES saya buat menjadi 9 bagian, yaitu
panjang kunci, ukuran blok, cipher text, tingkat keamanan terhadap kriptanalisis, kemungkinan
kunci, kemungkinan kunci karakter ditampilkan AES terbukti lebih baik daripada DES.

Berikut ini adalah operasi AES yang menggunakan 128 bit kunci :

Ekspansi kunci utama (dari 128 bit menjadi 1408 bit)

Pencampuran subkey dengan XOR

Transformasi bytesub dan shiftrow

Jadi, apabila dilihat dari table perbandingan diatas AES sudah terbukti lebih baik dalam

hal keamanannya jika dibandingkan dengan DES.

6

BAB V
Kesimpulan

AES terbukti kebal menghadapi serangan linear dan diferensial yang menggunakan
statistic untuk memecahkan sandi, AES didesain dengan sangat baik sehingga setiap komponennya
memiliki tugas yang jelas. Algoritma ini perlu untuk dipelajari karena penggunaannya di
kehidupan sehari-hari sudah sangatlah banyak dan hal ini akan berguna dalam pengembangan dari
teknologi kriptografi agar dapat menemukan terobosan-terobosan baru. Tujuan utama dari
kriptografi adalah melindungi sebuah informasi, begitu pula dengan AES yang dengan serangkaian
tahap atau ronde yang dilakukan dengan menggunakan kunci simetris. Penggunaan AES pun
bukan hanya digunakan dalam hal yang sederhana melainkan perannya sangatlag krisual dalam
sebuah perangkat lunak ataupun dalam hal lain dimana AES tersebut.

7

Daftar Pustaka

Shraddha Soni, Himani Agrawal, Dr. Monisha Sharma.2012. International Journal Of
Engineering and Innovative Technoly.

Cryptobounce.wordpress.com

ch-06 DES

ch-07 AES

Wikipedia.org

Categories: Data

x

Hi!
I'm Iren!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out